“Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” - (1 Yohanes 1:9)
Kita bergulat dengan otentisitas karena kita takut pada penolakan, karena dunia menilai seseorang dari sisi terbaik kehidupannya. Barangkali kita tidak perlu terlalu keras menutupi cela kita karena orang menyukai kita apa adanya. Adakalanya mereka lebih suka kalau tahu beberapa kegagalan dan pergumulan pribadi kita. Mereka berkata, "Saya juga seperti itu. Saya punya persoalan yang sama. Saya senang ketika mengetahui bahwa saya tidak sendirian.' Tapi, itu risiko yang tidak ingin kita ambil, Rasa takut adalah musuh dari transparansi.
Kembali pada khotbah Yesus di atas bukit. Yesus berkata tentang perbedaan antara sisi luar/lahiriah dengan sisi dalam/batiniah. la berkata apa yang penting bagi Allah adalah apa yang terjadi di dalam hati seseorang. Yesus berkata berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (Mat. 5:8). Suci hatinya berarti Anda menjalani hidup yang diberkati ketika anda berhenti mencemaskan segala daya upaya yang Anda curahkan demi usaha meyakinkan orang bahwa Anda adalah sesuatu yang berbeda dari yang sebenarnya.
Apa artinya memiliki hati yang suci atau murni?
- Murni Tanpa Campuran: Matius 23 menyoroti orang Farisi dan ahli Taurat dengan Berkata: mereka bekerja terlalu keras untuk membersihkan "sebelah luarnya,” padahal sebelah dalamnya penuh dengan kotoran. Ia menyamakan para pemimpin agama Yahudi itu dengan "kuburan yang dilabur putih," yang sebelah luarnya kelihatan mengkilap dan cemerlang, tetapi yang sebelah dalamnya penuh dengan kematian serta kebusukan (ay. 27). Yesus menggunakan kata suci untuk meminta manusia berhenti cemas pada tampilan luar dan sadar bahwa Allah lebih melihat bagian dalam kita. Bukankah arti kesucian adalah tanpa campuran dan tidak ada bahan-bahan buruk yang dimasukkan di dalamnya. Bagaimana dengan hati Anda? Apa yang Anda masukkan ke dalam hati? Paulus berkata, "Jadi akhirnya, saudara saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu" (Fil. 4:8).
- Tulus Hati: Ketika Yesus berbicara tentang hati yang suci, la berbicara tentang hati yang jujur dan tanpa ruang gelap tersembunyi di dalamnya. Yesus sedang berkhotbah di bait suci, dan pesan Nya dengan tajam tertuju pada kaum Farisi serta kemunafikan mereka. la berkata, "Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang" (ay. 5). Kemunafikan adalah kebalikan dari ketulusan hati. Yesus mengawali pelayanan-Nya dengan berkata, "Berbahagialah orang yang suci hatinya." Yesus mengakhirinya dengan berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik!" Kata ini juga merupakan sebuah ungkapan kesedihan. Yesus berkata kepada kita bahwa banyak hal baik dari Allah yang diberikan kepada orang yang hatinya suci, tanpa campuran, dan tulus; sedangkan, hal hal paling buruk datang bagi mereka yang bermain-main mencampuradukkan segala sesuatu
- Tangan yang Bersih, Hati yang Murni : "Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yoh. 1:9, penekanan oleh saya). Jika Anda ingin memiliki hati yang suci, maka lakukan sesuatu. Dalam Mazmur 24:3-4, kita bisa baca, "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu." Lalu, kita baca lagi, "Mendekatlah kepada Allah, dan la akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!" (Yak. 4:8). Janji Allah dalam Alkitab bagi Anda, seiring hati Anda semakin murni, adalah Anda akan melihat Allah, mengenal Allah yang sejati, memiliki hubungan otentik dan dikenal secara otentik oleh Allah dan itulah tujuan penciptaan Tuhan bagi manusia.
PERTANYAAN:
- Apa yang dimaksud dengan memiliki hati yang suci di hadapan Allah?
- Apa yang dimaksud dengan memiliki hati yang tulus di hadapan Allah?
- Apa yang dimaksud dengan memiliki tangan yang bersih dan hati yang murni?