KOSONG supaya DIPENUHKAN

  • 16 Mar 2025
  • Fulfilling God's Purpose

2 Raja-raja 4; Yohanes 4; Yohanes 6

Dalam 2 Raja-raja pasal 4, kisah Elisa menolong kesulitan ekonomi seorang janda dengan mujizat buli-buli minyak menjadi pengingat bahwa Allah senang mengisi wadah-wadah yang kosong, entah itu sebuah bejana atau harapan. Kekosongan itu bisa datang dalam bentuk rasa takut, kerapuhan, kesepian, kekecewaan dan kemarahan yang kemudian dikenal dengan kondisi keputusasaan. Akan tetapi bagaimana kalau justru kekosongan ini menjadi tempat dimana Allah ingin kita berada?

Yesus senang mengisi wadah yang kosong

Dalam beberapa penggalan kisah dalam Alkitab, kita dapat menemukan beberapa fakta bagaimana Allah mengisi kekosongan hidup manusia dengan sukacita dan kelimpahan, diantaranya:

  • Kisah Pesta pernikahan di Kana (Yohanes Pasal 2); Dimana Yesus melihat situasi bejana kosong dan tuan rumah bersiap menjadi bahan olok olok karena mulai kehabisan anggur. Namun, Yesus memerintahkan para pelayan mengisi enam tempayan dengan air dan Yesus mengubahnya menjadi anggur yang terbaik. Ia tidak sekedar menghindarkan tuan rumah dari bahan olokan para tamu dan pemimpin pesta, akan tetapi Ia mengisi kekosongan itu dengan sukacita dan kelimpahan.
  • Kisah Yesus yang mengisi kehidupan Perempuan Samaria di dekat sumur (Yohanes 4).
  • Yesus membuat kenyang kerumunan orang banyak yang lapar (Yohanes 6).
  • Yesus mengisi kekosongan jiwa Yairus yang alami kesedihan akibat kematian anak perempuannya dengan sukacita yaitu dengan menghidupkan anak itu kembali.

Kepenuhan Sejati

Saat Yesus naik ke surga, Ia menjanjikan bahwa Roh Kudus akan datang dalam hidup para murid. Roh Kudus mengaruniakan kita karunia-karunia khusus untuk melayani, menasehati dan menghibur kita. Roh Kudus juga mentransformasi hidup kita menjadi serupa dan segambar dengan Kristus. Roh Kudus juga merubah sekelompok kecil murid yang takut memberitakan Injil menjadi sekelompok yang siap mengguncangkan dunia dengan berita kebangkitan dan kenaikan Yesus.

Saat Paulus meminta kita supaya penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18) ini merupakan kalimat perintah yang bukan peristiwa sekali waktu namun terus diupayakan. Bagian pasif dari kalimat perintah ini juga sedang menyatakan bejana tidak bisa membuat dirinya sendiri penuh, harus ada pribadi yang membuatnya penuh. Inilah waktunya bagi seorang untuk mengosongkan diri dan mulai bertekun berdoa kepada Allah. D.L. Moody pernah berkata: “Allah tidak membiarkan seorangpun pergi dalam keadaan kosong, kecuali kalau mereka sudah penuh dengan sendirinya.” Datanglah ke pesta perjamuan Allah dan tempati kursi anda dan biarkan Allah memenuhi kembali hidup kita dengan Roh Kudus-Nya.

Pertanyaan untuk direnungkan:

  1. Bagaimana membangkitkan kesadaran bahwa seseorang sedang berada dalam keputusasaan?
  2. Apa peran Roh Kudus dalam memberikan kepenuhan dalam pemenuhan kebutuhan hidup seseorang?
  3. Bagaimana cara menempatkan diri sendiri dalam tempat yang tepat untuk diisi kembali oleh Allah?