2 Raja-raja 4; Yohanes 4; Yohanes 6
Dalam 2 Raja-raja pasal 4, kisah Elisa menolong kesulitan ekonomi seorang janda dengan mujizat buli-buli minyak menjadi pengingat bahwa Allah senang mengisi wadah-wadah yang kosong, entah itu sebuah bejana atau harapan. Kekosongan itu bisa datang dalam bentuk rasa takut, kerapuhan, kesepian, kekecewaan dan kemarahan yang kemudian dikenal dengan kondisi keputusasaan. Akan tetapi bagaimana kalau justru kekosongan ini menjadi tempat dimana Allah ingin kita berada?
Yesus senang mengisi wadah yang kosong
Dalam beberapa penggalan kisah dalam Alkitab, kita dapat menemukan beberapa fakta bagaimana Allah mengisi kekosongan hidup manusia dengan sukacita dan kelimpahan, diantaranya:
Kepenuhan Sejati
Saat Yesus naik ke surga, Ia menjanjikan bahwa Roh Kudus akan datang dalam hidup para murid. Roh Kudus mengaruniakan kita karunia-karunia khusus untuk melayani, menasehati dan menghibur kita. Roh Kudus juga mentransformasi hidup kita menjadi serupa dan segambar dengan Kristus. Roh Kudus juga merubah sekelompok kecil murid yang takut memberitakan Injil menjadi sekelompok yang siap mengguncangkan dunia dengan berita kebangkitan dan kenaikan Yesus.
Saat Paulus meminta kita supaya penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18) ini merupakan kalimat perintah yang bukan peristiwa sekali waktu namun terus diupayakan. Bagian pasif dari kalimat perintah ini juga sedang menyatakan bejana tidak bisa membuat dirinya sendiri penuh, harus ada pribadi yang membuatnya penuh. Inilah waktunya bagi seorang untuk mengosongkan diri dan mulai bertekun berdoa kepada Allah. D.L. Moody pernah berkata: “Allah tidak membiarkan seorangpun pergi dalam keadaan kosong, kecuali kalau mereka sudah penuh dengan sendirinya.” Datanglah ke pesta perjamuan Allah dan tempati kursi anda dan biarkan Allah memenuhi kembali hidup kita dengan Roh Kudus-Nya.
Pertanyaan untuk direnungkan: