BILA PERASAAN BERLANGSUNG HILANG

  • 24 Nov 2024
  • Fulfilling God's Purpose

“Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?” - 1 Korintus 1:13

Mungkin kita pernah mendengar orang di sekitar berkata, “Tetapi aku tidak lagi mencintai pasanganku,” atau “Tidak dapatkah engkau mengerti? Perasaan yang pernah ada dulu sudah hilang, Aku kira aku keliru kawin dengan orang itu.: Apa yang seharusnya kita lakukan kalau perasaan cinta itu hilang? Kondisi yang sangat menyedihkan pada zaman kita ini adalah bahwa kita mencintai barang-barang dan menggunakan orang-orang, bukan mencintai orang-orang dan menggunakan barang-barang.

Untuk memahami masalah yang sedang kita bicarakan, perlu memahami pengertian cinta. Orang Yunani mengenal sejumlah kata yang berbeda untuk cinta. Salah satunya ialah eros, dari kata eros kita mendapat kata erotik. Eros ialah cinta yang mementingkan diri sendiri, cinta yang romantis. Mungkin itulah kata pilihan yang paling sesuai untuk pandangan tentang cinta dewasa ini. Itu adalah bentuk cinta yang sejati dalam konteksnya yang tepat. Pada dasarnya eros berkata, "Saya melihat sesuatu yang sangat menarik padamu dan saya ingin memilikinya.” cinta yang romantis, yaitu eros, bersifat mementingkan diri sendiri. Perkawinan yang hanya didasari cinta yang romantis adalah khayalan belaka. Tak akan berlangsung lama. Kecantikan memudar kemudian perasaan menghilang.

Kata kedua yang dipakai orang Yunani adalah phileo. Phileo adalah cinta timbal balik, cinta dalam keluarga. Cinta phileo berkata, “Aku melihat sesuatu yang aku sukai di dalam dirimu dan engkau melihat sesuatu yang engkau sukai di dalam diriku. ltulah jenis cinta yang aneh yang memungkinkan kita untuk marah sekali kepada salah seorang anggota keluarga kita, tetapi tetap melindungi dan membela dia terhadap orang luar. Seperti halnya eros, phileos adalah jenis cinta yang sejati. Tetapi, seperti eros, phileos juga tidak dapat menjadi dasar untuk membangun hubungan yang abadi. Mengapa? Karena kita berubah. Bagaimana jika satu pihak nampaknya terus memberi dan yang lain terus menerima saja? Kalau kasih yang saudara kenal hanya phileos, keluarga saudara akan pecah.

Jenis cinta yang ketiga ialah agape, yaitu cinta Tuhan kepada kita. ltulah cinta yang menyebabkan Tuhan memberikan Putra-Nya kepada dunia yang Ia tahu tidak mau menerima Dia dan yang akan menolak dan menyiksa-Nya. Agape adalah cinta yang harus mengalahkan kebencian yang sangat (Tuhan membenci dosa kita). Agape adalah cinta yang terus memberi tanpa menghiraukan tanggapan yang diperolehnya (1 Korintus 1: 13:4-7).

Apakah dalam definisi kasih itu ada disebutkan tentang "kehangatan" atau kepuasan diri? Tidak, ini bukan cinta yang pasif, tetapi cinta yang aktif demi kesejahteraan orang yang dikasihi itu. Ini cinta yang Tuhan berikan kepada kita, dan ini adalah jenis cinta yang akhirnya perlu kita libatkan dalam hubungan kita jika kita ingin penikahan kita berhasil. Apa yang dapat aku lakukan ketika perasaan itu telah lenyap?

  1. Sadarilah bahwa perkawinan itu berdasarkan janji (Covenant), janji untuk setia kepada pasangan yang dibuat di hadapan Tuhan dan janji kepada Tuhan, bukan berdasarkan perasaan.
  2. Belajarlah untuk mengenal kelebihan dan kekurangan perasaan saudara?
  3. Belajarlah mengatakan perasaan-perasaan negatif saudara secara terbuka, jujur, tetapi tidak dengan mengancam. Pernikahan merupakan penyatuan dua manusia yang tidak sempurna.
  4. Jagalah kelangsungan komunikasi
  5. Sadarilah bahwa saudara kawin dengan orang yang berlainan jenis kelamin, dan pelajarilah
  6. Hadapi dan buatlah ketentuan untuk menanggulangi suatu masalah dalam waktu tertentu yang sudah disepakati bersama-sama.
  7. Jangan berusaha mengubah orang lain; seperti mempengaruhinya dengan reaksi saudara.
  8. Luangkan waktu untuk berduaan saja. Setelah menikah, teruskanlah proses berpacaran itu.
  9. Belajarlah untuk mendengarkan dan minta penjelasan.
  10. Ada masalah perkawinan, cari bantuan dari orang yang memahami masalah perkawinan.
  11. Yang paling penting: Jadikanlah Yesus Kristus sebagai Tuhan dalam hidupmu sehari-hari.